Indonesia Menegaskan Tidak Ada Hak Suara Di Kongres Luar Biasa FIFA Yang Diselenggarakan Akhir Pekan Ini. Sementara Status Sanksi Juga Akan Dibahas Dalam Kongres Berikutnya.
Ada dua negara yang kehilangan hak suara pada Kongres FIFA, Jumat (26/02/2016) besok, yaitu Indonesia dan Kuwait. Kedua negara saat ini dalam sanksi FIFA.Pekan lalu sempat muncul rumor bahwa FIFA akan memperbolehkan Indonesia dan Kuwait tetap ikut memberikan suara dalam pemilihan presiden baru FIFA.
Itu berarti hanya ada 207 negara akan berpartisipasi dalam voting pemilihan presiden FIFA pengganti Sepp Blatter. Mereka akan berjuang adalah Gianni Infantino (Swiss), Tokyo Sexwale (Afrika Selatan), Jerome Champagne (Prancis), Prince Ali Bin-Hussein (Jordan) dan Sheikh Salman Bin Ebrahim Al-Khalifa (Bahrain).
Selain itu, sanksi bagi Indonesia juga hampir dipastikan tidak akan diperpanjang atau diangkat pada kongres ini. Dalam rapatnya Rabu (24/02/2016) kemarin, Komite Eksekutif FIFA merekomendasikan pembahasan sanksi Indonesia dan Kuwait baru akan dibahas pada Kongres Tahunan di Meksiko pada Mei mendatang.
"Terkait keanggotaan yang sedang dihukum saat ini, Indonesia dan Kuwait, Komite Eksekutif merekomendasikan kepada Kongres Luar Biasa pada hari Jumat, kalau kasus-kasus ini akan dibahas pada Kongres Biasa di Meksiko, pada bulan Mei," Demikian pernyataan FIFA dikutip DailyMail.
Sebelumnya muncul keprihatinan bahwa masalah Indonesia akan dibahas pada Kongres FIFA dan itu berarti perpanjangan masa hukuman.

Post a Comment